Inilah Cara Menulis Berita Bagi Wartawan Pemula

dSATRIA weblog

Akhirnya saya  menemukan rujukan yang pas belajar menulis berita bagi wartawan pemula. Meskipun sebenarnya banyak juga rujukan lain yang bisa dicari di mbah google 🙂

Bagi yang selama ini mengalami kesulitan menulis berita, tidak cukup hanya memahani 5 W + 1 H dan piramida terbalik. Latihan menulis terus menurus adalah cara alamiah untuk meningkatkan kualitas tulisan.

Berikut adalah artikel rujukan yang saya maksud. Berasal dari blog wartawan senior asal Sumatera Utara, yaitu Jarar Siahaan. Selamat membaca 🙂

Menulis Berita Bagi Reporter Pemula :

Beberapa teman seprofesi saya, redaktur di koran lokal terbitan Medan dan juga suratkabar nasional di Jakarta, dalam kesempatan berkomunikasi via telepon sering mengeluhkan sulitnya mencari reporter yang mampu menulis berita dengan baik.

“Waktu direkrut, dia mengerti dan tahu menjelaskan apa itu 5W1H dan piramida terbalik, tetapi setelah beritanya ditulis, pusing saya membacanya karena tidak jelas apa maksudnya,” kata seorang teman wartawan yang pernah bekerja sebagai pemimpin redaksi di sebuah…

Lihat pos aslinya 1.485 kata lagi

Harga Diri dan Prasangka

Harga Diri dan Prasangka

oleh : Djunita

Judul : Pride and Prejudice

Penulis : Jane Austen

Penerjemah : Berliani Mantili Nugrahani

Penerbit : Qanita

Cetakan : III, Mei 2011

Tebal 585 hlm ; 20,5 cm

Pride and  Prejudice (Harga Diri Dan Prasangka)(Qanita,2011) adalah sebuah cerita roman terpopuler sepanjang masa.cerita cinta antara Elizabeth Bennet yang memiliki status sosial dan kekayaan yang biasa saja denga Mr.Darcy yang memiliki status sosial sebagai seorang bangsawan yang kaya raya. Jane Austen,penulis novel ini menuangkan keahliannya dalam menulis pada tiap kata yang terkandung dalam novelnya. Jane Austen memberikan roman percintaan berdasarkan latar belakang sosial di abad 19,novel ini menginspirasi banyak karya sastra jaman sekarang.

Elizabeth Bennet adalah gadis berperangai tegas,eminim,dan ceria,bisa dibilang sifatnya tersebut jarang dimiliki oleh gadis-gadis abad itu. Elizabeth memiliki panggilan kecil dari ayahnya yaitu Lizzy , kehidupannya biasa-biasa saja sama seperti para gadis sesusianya. Lizzy memiliki wajah yang cantik walau tak secantik kakaknya Jane,tetapi Lizzy memiliki mata tajam indah yang tersirat kecerdasan luar biasa serta wawasan yang luas  Mr.Darcy diam-diam mengaguminya bahkan telah jatuh cinta pada Lizzy, walau Mr.Darcy baru menyadari hal tersebut setelah bertemu untuk kedua kalinya dengan Lizzy.Tetapi Elizabeth terlanjur membenci Mr.Darcy karena  pertemuan pertama mereka yang tak berkesan baik di pesta dansa. Mr.Darcy memang memiliki badan yang jangkung,aura kebangsawaan,kekayaan yang melimpah serta wajah yang tampan,walau  banyak orang yang kagum padanya pada pandangan pertama,hal ini hanya bertahan beberapa menit saja setelah melihat cara Mr.Darcy berperilaku dan berbicara banyak orang menggunjingkannya karena perangainya yang angkuh dan sombong itu.

Beberapa kali Elizabeth selalu menjawab pertanyaan Mr.Darcy dengan candaan sini dan kecerdasan menjawab tentu saja dengan harapan agar Mr.Darcy merasa tersakiti tetapi hal ini malah mebuat Mr.Darcy tergila-gila padanya. Ia beranggapan bahwa Elizabeth juga telah jatuh cinta padanya maka Mr.Darcy memberanikan diri untuk menyatak cinta pada elzabeth dan sayangnya Mr.Darcy harus mendapat pernyataan pahit dari jawaban Elizabeth. Tetapi Elizabeth memiliki pertanyaan yang harus dijawab oleh Mr.Darcy,karena hal ini adalah penyebab mengapa Elizabeth menolak Mr.Darcy. Pertanyaan tersebut mengenai mengapa Mr.Darcy harus memisahkan Jane kakak Elizabeth dengan Teman dari Mr.Darcy sendiri yaitu Mr.Bingley,padahal Jane memiliki cinta yang besar kepada Bingley. Mr.Darcy tidak dapat menjawab pertanyaan itu secara langsung,saat itu juga ia akhirnya keluar dan kembali kerumahnya.

Di ruangannya tersebut Mr.Darcy menulis surat yang berisi jawaban atas semua pertanyaan dan tuduhan yang diberikan pada Elizabeth olehnya. Setelah selesai esoknya ia memberikan surat tersebut pada Elizabeth dan pergi sesegera mungkin bersama sepupunya colonel Fitzwilliam dengan kereta kuda ke Pemberley yang merupakan tempat tinggal dan tanah Mr.Darcy.

Elizabeth mulai membaca surat itu dan menyadari bahwa semua yang dilakukan oleh Mr.Darcy masuk akal .Elizabeth juga menyadari bahwa Jane terlalu malu dalam menunjukkan rasa cintanya pada Bingley yang berujung pada kesalahpahaman pada mereka berdua.

Saat itu juga ia meninggalkan rumah Mr.Collins yang merupakan suami dari Charlotte(teman baik Elizabeth) dan menuju rumahnya di Longbourn untuk menyampaikan hal ini pada Jane,dan betapa terkejut dan menyesalnya Jane.Dan yang tertinggal hanyalah harapan untuk dapat bertemu dengan Mr.Bingley lagi.

Suatu hari bibi Elizabeth Mrs.Gardiner mengajak Elizabeth  ke Pemberley untuk menikmati pemandangan istana disana. Elizabeth sadar bahwa tempat itu merupakan milik Mr.Darcy tetapi penjaga istana mengatakan bahwa kemungkinan pemiliknya sedang sibuk dan berada diluar kota,mendengar hal ini Elizabeth merasa lega karena ia tak perlu menmui atau melihat Mr.Darcy lagi.Disana si penjaga bercerita panjang lebar tentang keluarga besar Darcy yang sangat dermawan,yang menyebabkan mencairnya rasa benci Elizabeth pada Mr.Darcy. Elizabeth memikirkan semua perkataan si penjaga tersebut  yang juga mengatakan bahwa laki-laki yang pernah Elizabeth kenal yaitu Mr.Wickham merupakan anak dari pembantu Alm.Ayah Mr.Darcy berniat licik pada Mr.Darcy. Elizabeth dilemma, mana yang harus ia percaya? Perkataan si penjaga atau perkataan Mr.Wickham yang berkebalikan dengan perkataan si penjaga.

Sesaat setelah berkeliling dan berencana akan segera pulang,Elizabeth dikejutkan dengan kedatangan kereta kuda di depan istana yang ternyata milik Mr.Darcy. Elizabeth berusaha menghindar dari Mr.Darcy tetapi semua itu tak sempat ia lakukan karena Mr.Darcy telah menyapanya terlebih dahulu ddengan ramah dan tanpa ada rasa benci.Elizabeth kemudian memperkenalkan Mr.Darcy pada pama dan bibinya.

Kepulangan Elizabeth ke Longbournpun ditunda karena Mr.Darcy telah mengundangnya untuk makan malam dan ingin memperkenalkan Elizabeth dengan adiknya yaitu Georgianna Darcy yang pawai dalam berpiano. Elizabeth merasa melihat dan merasakan sosok Darcy yang berbeda dengan Darcy yang dulu ia kenal sehingga membuat perasaan benci Elizabeth yang tadinya mulai mencair benar-benar menjadi hilang tak berbekas,tergantikan dengan benih benih cinta yang mulai tumbuh didalam hati Elizabeth. Tetapi saat-saat yang indah di Pemberley harus berlalu dengan cepat karena Elizabeth telah mendapat kabar bahwa adiknya Lydia telah kabur bersama Mr.Wickham. Segeralah Elizabeth pulang ke Longbourn dan membantu ayahnya mencari keberadaan Lydia dan berusaha menenangkan persaan ibunya yang khawatir.

Selang beberapa waktu dlam pencaria Lydia paman mereka mengirimkan surat bahwa Lydia telah ditemukan dan telah dinikahkan dengan maksud agar tidak mencemarkan nama baik keluarga Bennet. Lydia yang bahagia tersebut pulang ke Longbourn untuk menceritakan bagaimana pernikahannyadan memamerkan cincin kawinnya kepada saudara-saudaranya. Anehnya Lydia mengatakan bahwa Mr.darcy adalah orang yang telah menemukannya dan yang telah membantu melunasi semua hutang-hutang judi Wickham serta membantu  dalam menyelenggarakan pernikahan mereka. Elizabeth merasa berhutang budi pada Mr.Darcy dan merasa malu terhadap dirinya sendiri yang telah menilai Mr.Darcy dengan buruk, Elizabeth benar-benar menyadari bahwa ia kini benar-benar jatuh cinta pada pemuda itu. Tetapi cinta mereka ditentang oleh bibi Darcy yang menginginkan agar Darcy menikah dengan anaknya karena status sosial mereka yang sama dan sederajat,Elizabeth bersikeras akan mempertahankan cintanya sehingga bibi Darcy segera ke London dan meceritakan hal yang dianggapnya kurang ajar ini pada Mr.Darcy,denga dalih agar Darcy melihat sisi jelek dari Elizabeth,tetapi yang terjadi malah sebaliknya semua perasaan dan harapan Mr.Darcy yang tadinya mulai hilang kembali berkobar lagi.

Beberapa hari kemudian Mr.Bingley dan Mr.Darcy datang ke Nethefields dan segera mengunjungi Longbourn untuk meminang Jane,akhirnya cinta Mr.Bingley dan Jane Bennet bersatu lagi dan mengakui bahwa Jane terlalu malu pada perasaannya sendiri. Mr.Darcy yang sedang berjalan-jalan bersama Elizabeth juga mulai berbicara satu sama lain tentang perubahan yang terjadi diantara mereka,perubahan Mr.Darcy yang lebih baik serta perubahan perasaan Elizabeth terhadap Mr.Darcy dan rasa terimakasihnya pada Darcy yang telah menolong Lydia. Saat itu juga Darcy menanyakan apakah Elizabeth memiliki perasaan yang sama dengannya . Elizabeth bercerita tentang perasaannya yang awalnya sangat benci pada Mr.Darcy perlahan berubah menjadi cinta, yang ditanggapioleh Mr.Darcy  dengan rasa senang berlimpah ruah. Dan Mr.Darcy juga menceritakan pembicaraannya dengan bibinya Di London tentang bagaimana Elizabeth bersikeras akan mempertahankan perasaannya pada Mr.Darcy yang memberikan secercah harapan pada Mr.Darcy.

Hari yang mereka nantipun tiba, hari diamana mereka dipersatukan menjadi sepasang suami-istri. Hiduplah mereka bahagia bersama di pemberley

ONE DAY TO REMEMBER

Pintu ruang musik itu setengah terbuka, dari dalam terdengar sayup-sayup suara biola bernada indah dimainkan, namun beberapa kali berhenti sesaat dan kemudian dimainkan kembali. Kali ketiganya permainan biola itu berhenti, keluarlah sosok wanita bertubuh semampai dengan langkah gontai menyambar sebotol minuman yang terletak di meja samping ruang musik, dia meminumnya seteguk demi seteguk  dan memastikan minuman itu berhasil melepas dahaganya, kemudian dia kembali ke ruangan itu.

“ Cukup untuk hari ini Quinn, permainanmu sudah lumayan ”  kata seorang wanita yang sedari tadi dengan setia mendengarkan permainan biola Quinn .

“ Tapi….Dunia Internasional tidak menerima kata “Lumayan” Quinn, berlatihlah lebih keras! kelak kau akan berhasil seperti orangtuamu.” tambahnya sambil melangkah keluar meninggalkan ruangan itu dan berbalik sebentar menghadap Quinn “Berlatihlah sampai semua sempurna Quinn!! SEMPURNA!”  untuk kali ini ia benar-benar telah pergi dari ruangan itu.

“SEMPURNA” hanya kata itu yang menemani kesendirian Quinn saat ini, dan kesendirian itu segera terpecah saat handphone Quinn berdering, “ Halo ma, iya Quinn masih di tempat latihan habis gini juga mau pulang kok ma” , dari seberang telepon terdengar suara mama Quinn “Ya sudah kalau begitu, mama tunggu dirumah ya” maka saat percakapan itu selesai,Quinn segera pulang ke rumah.

“Bagaimana Quinn latihannya? Berhasil?” Tanya mama sesampainya dirumah, Quinn menggelengkan kepalanya dan menunjukkan sikap diam tak ingin bicara. “Ya sudah nanti pasti akan ada kesempatan lain yang penting sekarang kamu segera mandi dan istirahat ya Quinn,mama sudah masak makanan kesukaan kamu.” Ucap mama. “Ya ma”  jawab Quinn sambil berjalan menuju ruang makan.

Quinn dilahirkan oleh pasangan musisi terkemuka dengan ayah seorang komponis berdarah Italia dan ibu seorang violinis terkenal di masanya,belum lagi nama belakang “Verdi” yang didapat Quinn dari kakek buyutnya,seorang komponis legendaris Giuseppe Verdi,yang membuat Quinn sangat dituntut maksimal dalam bermusik dan berkarya.   

Hari menjelang malam, Quinn menyibukkan diri di kamar dengan menggenggam bolpoint dan mulai mengguratkan beberapa baris kata pada buku diarynya di atas meja, rutinitas Quinn di  malam hari setelah seharian menghabiskan waktunya hanya dengan bermain musik dan aktivitas homeschoolingnya.

“Dear diary, hari ini merupakan hari yang cukup mengesalkan, pertama latihan kerasku untuk melangkah ke dunia internasional harus tertunda karena permainan biolaku yang “LUMAYAN” kemudian belum lagi hari ini rasa sakit itu datang lagi, dan kali ini semakin lama semakin buruk, rasa sakit itu menyerang tepat pada jantungku , seketika detak jantungku berdegup cepat tak beraturan,kadangkala detak jantung itu kembali normal dengan sendirinya,dan begitu seterusnya,sesekali aku tak kuat dengan rasa sakit ini tetapi aku tak sanggup menceritakan semua ini pada mama ataupun papa,aku takut hal ini  dapat membuat mereka kecewa dan menghalangi mimpiku untuk membahagiakan mereka. Sudah ku coba untuk melakukan apa saja yang dianjurkan oleh dokter tetapi rasa sakit itu hanya mereda sementara. Aku tak mau rasa sakit ini menghalangi mimpiku,jikalau aku harus mengabaikan rasa sakit ini agar aku mampu menjadi sempurna maka akan kuabaikan Aku percaya suatu hari nanti aku bisa membuat mama dan papa bangga,mewujudkan mimpiku menjadi violinis profesional.”

Quinn menutup buku diarynya dan beranjak untuk tidur.

“Ok Quinn,from the top!” suara itu terdengar dari kejauhan tanpa diketahui dari arah mana asalnya, “Stop Quinn! Bukan seperti itu! Permainanmu buruk! Ada apa dengan kata SEMPURNA Quinn?” suara itu terdengar lantang dan tegas semakin lama semakin mendekat diikuti dengan wajah seorang wanita yang tak asing bagi Quinn, ia menatap wajah Quinn dalam-dalam dan berkata “Andai saja orangtuamu melihat permainanmu tadi Quinn, mereka pasti kecewa dan menyesal telah memilikimu sebagai anak”, saat itu juga air mata mulai membasahi pipi Quinn,ia tak berani menatap wajah wanita itu wanita yang telah mengatakan kata-kata terburuk yang pernah didengarnya,kata-kata yang telah meremukkan jiwa dan raganya dengan pandangan menusuk jantungnya.

“KRIIIINNGGGGKRIINNNGGKRIINGGGKRIINGGG” bunyi klasik alarm Quinn membangunkannya dari mimpi buruk itu.

Hari itu merupakan hari besar bagi Quinn,hari yang cukup mendebarkan dan merupakan hari dimana semua latihan dan kerja kerasnya harus terbayar.Tidak seperti aktivitas Quinn biasanya,setelah homeschooling Quinn berangkat menuju studio rekaman. Sesampainya di studio rekaman tersebut pelatih Quinn menghampirinya, ya pelatih Quinn adalah wanita yang menghantui mimpi Quinn semalam, wanita yang telah menusuk jantung Quinn dengan kata-kata yang menyakitkan,Quinn berusaha menutupi amarahnya mengingat mimpi buruk tadi malam.

“Nervous,Huh?” sapa wanita itu dengan senyuman lebar,Quinn yang tadinya berusaha menutupi amarahnya, kini benar-benar mampu berpikir jernih dan menganggap mimpi buruk semalam hanyalah bunga tidur.

“ehmmm…sedikit ma’am” jawab Quinn singkat. Wanita itu meraih dua tangan Quinn dan menggenggamnya erta-erat “We all depend on you Quinn, jangan kecewakan kami”

“I’ll do my best ma’am!!….” jawab Quinn dengan mantap dan lantang.

“Kau pasti bisa Quinn! Yakinlah sayang” kata wanita itu,kali ini ia menatap mata Quinn dalam-dalam dan menggandeng Quinn masuk dalam ruangan rekam untuk mulai merekam demo Quinn.

“Ingat Quinn,santai saja dan biarkan nada-nada itu mengambil jiwamu, seketika dengan tempo indahnya menuntunmu menikmati irama yang berkesinambungan.” Bisik Quinn dalam hati kecilnya. 

“That’s a wrap Quinn! That was so incredible … itulah yang dinamakan sempurna Quinn” puji pelatih Quinn dengan bangganya setelah rekaman demo Quinn selesai “Aku yakin demo itu mampu membuka jalanmu ke Wina,untuk Go International.”

Senyum Quinn bertebaran hari itu,dan tak berhenti bertebaran sesampainya dirumah. “Quinn? Kenapa senyum-senyum sendiri?”Tanya mama keheranan “Bagaimana demonya Quinn?” Quinn masih menebar senyumannya dan segera menjawab pertanyaan mama dengan runtutan cerita yang akurat. Mendengar itu semua, kali ini giliran mama Quinn yang menebar senyumannya,mereka berdua sepakat untuk memberitahukan berita bahagia tersebut pada papa sepulang kerja nanti.

  Malam hari itu,setelah mendengar berita yang telah mereka sampaikan tersebut papa ikut menebar senyuman tanpa henti-hentinya,sungguh hari yang menyenangkan. Seperti biasa malam sebelum tidur tak lupa Quinn mengguratkan momen-momen yang ia alami hari itu di dalam buku hariannya.

“Dear diary, aku sangat berterimakasih atas semua yang Tuhan berikan padaku selama ini,walaupun hari ini aku hanya mampu membuat demo saja,tetapi aku sangat bersyukur karena aku mampu bermain sempurna kali ini dan semoga demo yang telah kubuat tadi memberikanku jalan untuk Go International dan dapat mengantarku tampil di Wina seperti mimpi tiap pemusik di dunia ini. Dan hari ini kurasa rasa sakit itu sudah hilang walaupun kemarin-kemarin rasa sakit itu sedikit menyerang tetapi hari ini rasa sakit itu tak datang mengunjungiku lagi ,salah satu hal yang harus kusyukuri juga. Aku harap rasa sakit itu benar-benar hilang,dan tak lagi menghantui hari-hariku…. ”

Hari berganti hari,bulan berganti bulan dan tak terasa hampir satu tahun semenjak demo tersebut dibuat,Quinn tak banyak mendapat kabar darinya. Berkali-kali Quinn mencoba bertanya pada pelatihnya,tetapi ia hanya mendapat gelengan kepala dari sang pelatih yang lama-kelamaan sedikit memupuskan harapannya untuk Go International.

Ia mulai rapuh,  tetapi dorongan dari orang-orang di sekitarnya membuat dia teguh dan tegar,dan ketika ia mencoba melupakan mimpi untuk tampil di Wina,Austria ataupun Go International, ia mendapat kabar dari sang pelatih,kabar yang selama ini telah menggantung lama,kabar yang selama hampir satu tahun dinanti-nantikan.

Quinn mendapat undangan sebagai tamu kehormatan di Wina (Vienna) Austria ,ia mendapat Golden ticket untuk Go International, dengan segera ia membayangkan dirinya berdiri diatas panggung, bersama pemusik kenamaan lainnya memainkan biolanya dengan sempurna dan memukau para penonton. Air mata mulai mengalir dari mata Quinn, kali ini air mata yang keluar bukan karena rasa takut seperti dalam mimpi yang ia alami beberapa bulan yang lalu,tetapi air mata haru bercampur bangga. Quinn segera menyampaikan kabar ini kepada kedua orangtuanya dan benar terjadi, papa dan mama Quinn tak dapat membendung tangis bahagianya.

Hari keberangkatan Quinn menjadi hari pertama bagi papa dan mama melepas kepergian putri tunggalnya,putri yang selama ini tak pernah bepergian jauh dari mereka,putri yang telah beranjak dewasa dan putri yang telah membanggakan mereka.

“Ma,pa Quinn berangkat ya, janji ya,kalau papa dan mama akan menonton Quinn dihari konser Quinn di Wina.” Ucap Quinn sambil memeluk papa dan mama bergantian. “Ya sayang kami janji” kata mama dengan diikuti senyum dan tangis harunya. “Kamu benar-benar telah membuat kami bangga Quinn,pukau mereka dengan permainanmu Quinn tunjukkan kalau Indonesia ini mempunyai talenta yang luar biasa” kata papa dengan mata berkaca-kaca. Setelah mengucap salam perpisahan, Quinn berangkat menuju ke Wina. Sesampainya disana ia benar-benar dilatih dan dipersiapkan tampil dengan para pemusik hebat,walaupun rasa sakit yang dideritanya tersebut kadangkala menyerang teapi ia tetap tegar dan berusaha menutupi rasa sakitnya tersebut. “aku harus mampu bertahan sampai hari perform tiba,takkan kubiarkan penyakit ini menghadangku.” Bisik Quinn dalam hati.

Panggung akbar di persiapkan dengan baik,banyak orang lalu lalang kesana-kemari,para penari dan orkestra berlatih berulang-ulang hingga mencapai keserasian yang diinginkan. Satu persatu pemain biola dari berbagai Negara memasuki panggung akbar tersebut panggung dimana semua musisi dunia meniti karier besarnya dengan tampil di panggung tersebut.

 “Sebuah kehormatan bagi kami memiliki kalian,para pemain biola profesional dari berbagai penjuru dunia. Kurang lebih satu jam lagi kita akan memulai konser musik ini.”  Kata seorang komponis yang merupakan penanggung jawab dan mentor para violinis,dalam bahasa Jerman.

“Dan satu hal yang belum saya sampaikan pada kalian, bermainlah dengan hati bukan hanya teknik,resapi tiap melodi yang dihasilkan,dan yang terpenting percaya diri ” Para pemain biola yang terlihat agak sedikit tegang saat itu berusaha berlatih keras agar dapat tampil dengan tenang dan percaya diri,termasuk juga Quinn yang saat itu benar-benar terlihat pucat.

“Quinn Verdi?” Komponis itu memanggil nama Quinn,

“Ya,itu adalah nama saya” sahut Quinn keheranan.

“Saya sangat mengagumi kakek buyut anda,ia adalah pria yang hebat meskipun saya tak mengenalnya semasa hidup tapi saya sangat mencintai karya-karya besarnya yang sering di mainkan di opera sewaktu saya kecil dan karya-karya beliau benar-benar tak lekang oleh waktu, suatu kehormatan jika anda, Quinn Verdi bersedia tampil solo dalam konser musik kali ini.” Komponis itu memberikan kesempatan yang tak akan pernah dapat ditolak oleh violinis manapun didunia ini,suatu kesempatan yang menjadi titik awal kesuksesan dalam karier mereka. Maka Quinn mengambil kesempatan tersebut.

Konser dimulai dengan pembukaan tarian oleh Vienna State Opera Ballet diiringi Vienna Philharmonic Orkestra,mereka memainkan musik klasik Johann Strauss-Wiener Blut. Sesaat setelah penampilan pembuka ini,giliran Quinn tampil solo untuk memainkan salah satu karya Antonio Vivaldi. Quinn melangkahkan kakinya,banyak orang yang telah mendengar desas-desus tentang keluarga Quinn bahwa darah komponis besar mengalir dalam tubuh Quinn,banyak dari mereka mengharapkan permainan biola Quinn ini benar-benar mencerminkan dan menegaskan darah legendaris tersebut.

Sesampainya di tengah panggung Quinn melihat sekelilingnya ia mencari kedua wajah yang dinanti-nantikannya,ketika ia menemukannya ia menebarkan senyum bangganya dan mulai memainkan biolanya. Gesekan senar biola Quinn,riuh sorak-sorai penonton,detak jantung Quinn yang tak beraturan semua melebur menjadi satu rasa, dan ketika permainan biola Quinn mencapai akhir,perlahan rasa itu mulai pudar,tangan Quinn tak mampu lagi menyangga biolanya,kedua kaki jenjang Quinn tak mampu lagi menyokong tubuhnya, dan rasa sakit itu,rasa sakit yang berusaha ia tutupi dengan berbagai cara kini telah menjemputnya,benar-benar mengambil Quinn dari semua kesadaran serta kestabilan dirinya dan telah berhasil menghujam Quinn dengan sebuah pisau yang menusuk tepat pada jantungnya. Ia terhempas ke lantai “Bugg”,tubuhnya terkulai lemah tak bernyawa.

“Jika ini adalah waktu yang tepat,maka aku dengan bersedia hadir dalam HadiratMu,aku tidak akan mengeluh atau meronta,memohon atau meminta, aku akan benar-benar menjalani semua ini sampai selesai,aku tak akan pernah menyesali hari ini,hari dimana aku telah berhasil mewujudkan mimpi mama dan papa, dan hari dimana aku meninggalkan semuanya,ini adalah awal duniaku yang baru,dimana aku akan ditempatkan pada tempat yang telah Kau sediakan Tuhan. Sungguh aku tidak akan pernah menyesali kesempatan ini dan terimakasih telah memberikanku satu hari Tuhan,satu hari untuk mewujudkan ini semua. Terimakasih Tuhan Terimakasih…”

Rasa sakit itu benar-benar berhasil merenggut jiwa dan raganya,tetapi tak berhasil merenggut mimpinya.,

Gambar

Total dilema

longdistance

Salut! how’s life? ok langsung kita ke main topic kita pada post kali ini, beberapa hari yang lalu teman baik saya asked me to write about her love life… well for the first time (and i hope it’s not the last) someone asked me to write! what an experience! As we knew sebagai seorang yang baru lulus dari masa belajar di bangku SMA teman saya yang satu ini mengalami sedikit dilema (hope she’s not gonna punch me karena kesimpulan acak saya ini  *crossthefingers*) bukan hanya tentang studi apa atau langkah besar apa yang harus diambil selanjutnya,tetapi juga tentang kehidupan cinta nya yang telah berjalan beberapa bulan dengan….. welllll,lagi-lagi dengan cowok yang juga sahabat  baik saya , (yaaa benarrr saya punya banyak sekali sahabat dan teman yang cuma berputar di situ” saja 😀 sama kayak bumi ini yang selalu berputar pada porosnya, in this case saya yang jadi porosnya hehehe) awal masa pacaran sama seperti pasangan yang lain dongg… everything was going sooo welll, ya mungkin di bumbui dengan sedikit little fight lahh (contoh: balas bbm kok lama banget,ato telat waktu date <– yang ini hanya asas duga menduga hehehe), tengkar besar” ran dalam hubungan mereka? hmmm never happenned kayaknya :D, palingan cuma lempar-lemparan piring ato perkakas rumah tangga, biasanya untuk tentukan siapa yang menang dalam pertengkaran tersebut mereka adain  lomba lama-lamaan  juggling ngin piringgg gituuu wkwkwk (bercandaaa)

Ya baru akhir-akhir ini sih teman ku ini merasa dilema, ya bagaimana enggak? bentar lagi mereka bakal pisah (umur pacaran mereka masih muda lohh seumuran kandungan tante-tante yang  hamil depan rumah saya, aneh memang menyadari sesuatu hal yang gak seharusnya berkesinambungan tetapi harus saling disambungkan sebagai alat bantu pengingat kita) , yang satu lanjut studi di universitas lain dan teman ku yang satu ini hendak melanjutkan studi di beijing? yupppp beijing,di China , kebayang nggak berapa jarak yang memisahkan mereka? ya walaupun kalau dipetain di kertas paling cuma beberapa centi -__- tapi tetap saja yang namanya pasangan kekasih kalo ngga ada di dekat kita pasti enggak enak! walaupun ada aplikasi secanggih Skype yang katanya bisa jadi obat penyembuh LDR just in one touch, tapi rasanya bakal berbeda dengan jumpa langsung dirinya. mungkin karena alasan akan LDR itu juga  yang membuat mereka kini berlatih menggunakan skype wkwkwk pasangan yang anehh -___- supaya ga kaget mungkin waktu skype an di hari resmi mereka menjalani LDR hehehe

saya tahu bukan cuma teman saya saja yang dilema tentang kisah cinta mereka yang bakal menuju tahap LDR, beberapa dari kalian juga kan? tenang sajaa kita kann masih muda,fierce,fearless(lama-lama kok mirip slogan nya Tyra Banks di ANTM ya?), where ever it takes kalau jodoh nggak kan kemana kok :D, kalau kata beberapa tweet yang pernah saya baca ada kata ” US ” didalam ” TRUST “, hal ini juga yang harus menjadi dasar pondasi yang kokoh untuk hubungan kalian, banyak kok pasangan-pasangan yang di uji dalam situasi seperti ini dan berakhir Happy ending, saudara saya sendiri mengalaminya, setelah 4 tahun pacaran mereka putus unuk sementara karena si cew hrus berangkat studi ke ausie tapi hal itu malah membuat tergila-gila si cow dan sekembalinya si cew dari ausie sodara saya langsung lamar dia… nahh jadi untuk kelanjutan kisah cinta kaliann semuaa bergantung dari kalian yang menjalani .. ga usah dengerin kata-kata orang lainn , karena sebenarnya mereka ga punya  andil yang cukup besar dalam keputusan yang akan kalian ambil kann? soo that’s all for me today 😀  have a nice dayyy guysss :*

Enugh with the Drama? try the legal one! “SUITS” Hit tv series

SUITS

saya menonton tv series ini,recently. karena tertarik dengan penggalan cerita dari salah satu episode yang saya tonton maka saya segera mencari informasi melalui google… sahabat setia saya yang selalu meyediakan semua informasi yang saya butuhkan .. persis seperti tugas si mike yang juga selalu menyediakan hal-hal yang berkenaan dengan kasus yang ditangani harvey.. (let me tell you about that later)
So these are what i got :
-SUITS adalah tv seri yang telah di tayangkan semenjak dua tahun yang lalu,dan tahun ini SUITS memasuki musim ke tiga.
– Mike ross adalah the main character, cerita diawali dengan diterimanya dia sebagai coworker dari seorang lawyer ternama (HARVEY SPECTER) yang bekerja di law firm (PEARSON HARDMAN),sebenarnya diterimanya dia sebagai co-worker ini hanyalah sebuah kebetulan, saat itu mike sedang dalam kejaran polisi karena dia diduga sebagai marijuana deliver guy (FYI,Mike di jebak oleh temannya sendiri (TREVOR)), karena inteligensi yang tinggi mike has found that out dan ia berhasil melarikan diri.. tapi ada satu masalah,untuk bekerja dengan Harvey, Mike haruslah seorang lulusan HARVARD sedangkan Mike sendiri adalah seorang mahasiswa DROP OUT yang namanya tak pernah tercantum di universitas manapun di dunia ini,awalnya Harvey cukup terkejut dengan kecakapan dan kepandaian eidetic memory dari si Mike ini,boleh dikatakan Harvey sudah benar-benar jatuh cinta at the first sight,tapi dengan berat hati harvey harus menolak Mike karena He didnt match with the qualification. Mike tak mau menyerah dia offered Harvey that he can be the damn great lawyer he ever had and beat up the bunch of “#####**##” harvard out there, mendengar kata- kata ini harvey serasa sedang berkaca dan melihat diri sendiri, Mike sort of like him in the young age ofcourse. then finally harvey menerimanya, tentu saja Harvey membuat surat kelulusan palsu untuk mike.
– pada setiap musim pada seri film ini kita disajikan oleh beberapa rentetan masalah yang EPIC and made these series are the most watching series! that’s all what i could share to you about… thx for visited… komentar apapun saya akan sangat hargai 🙂 thxxx